Announcement

Collapse
No announcement yet.

Mengakhiri Defisit Dana BPJS Kesehatan yang Menahun

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Mengakhiri Defisit Dana BPJS Kesehatan yang Menahun

    Anggaran Dana Jaminan Sosial (DJS) yang dikelola BPJS Kesehatan terus mengalami defisit sejak 2014.
    Saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjabat presiden, ia menutup akhir tahun 2013 dengan sebuah acara seremoni peluncuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang kesehatan dan ketenagakerjaan di Istana Bogor, Selasa (31/12/2013). SBY sempat berpesan "saya tidak ingin mendengar, ada laporan rakyat tidak mampu ditolak rumah sakit, dan tidak bisa berobat karena alasan biaya. Rakyat miskin gratis berobat dan dijamin BPJS Kesehatan.”

    Kini, hampir genap empat tahun semenjak diluncurkan, program jaminan bidang kesehatan masyarakat yang diselenggarakan BPJS masih menyisakan banyak masalah. Persoalan peserta BPJS yang ditolak di rumah sakit hingga defisit anggaran.(E-Klaim)

    Ihwal defisit anggaran sudah jadi masalah yang menahun dan jadi sorotan selama tiga tahun terakhir. Defisit anggaran diperkirakan membengkak hingga Rp9 triliun pada 2017. Angka tersebut naik tiga kali lipat dari defisit anggaran pada 2014 yang hanya Rp3,3 triliun.

    “BPJS Kesehatan selalu defisit, dan tahun ini mencapai Rp9 triliun karena semuanya kuratif dan menunjukkan 80 persen peserta sakit," kata Menteri Kesehatan Nila F Moeloek pada Agustus lalu.

    Defisit anggaran yang dimaksud adalah defisit Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan yang merupakan bagian dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sedangkan BPJS Kesehatan adalah sebagai pengelola dari DJS. Pendapatan BPJS Kesehatan murni berasal dari penyelenggaraan program JKN.

    BPJS Kesehatan memiliki laporan kinerja keuangan yang terpisah dari DJS. Namun, pada umumnya penggambaran kondisi defisit DJS, sering memakai istilah defisit dana BPJS.

    jati
Working...
X